web widgets

Rabu, 01 Januari 2014

Selamat Datang :)

Assalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakathu

Kami adalah mahasiswa Akademi Telkom Jakarta Angkatan 10 dan 11, kami diberikan tugas oleh dosen Medan Elektonika  kami, yaitu yang kami hormati Ibu TRI NOPIANI DAMAYANTI. Tugas yang diberikan kepada kami yaitu memuat blog yang isinya tentang materi materi kuliah Medan Elektomagnetik, kami telah mengupload materi materi tersebut yaitu tentang Analisi Vektor, Hukum Coloumb, Intensitas Listrik, Inverter, Fluks, Divergensi, dan Hukum Gauss yang sebagaimana tercantum pada navigasi bar diatas.

Pada zaman sekarang memang belajar tidak hanya dapat dilakukan dengan buku saja, bisa dengan laptop, tablet, hp dan lain sebagainya, maka dari itu kami rasa memposting beberapa materi di internet merupakan hal yang cukup baik, karena dapat membantu kita untuk belajar dimanapun dan kapanpun.

Kami menyadari Materi yang kami posting masih jauh dari kesempurnaan maka dari itu kritik atau saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan untuk lebih baik lagi dalam postingan postingan kami selanjutnya.

Ada 2 cara untuk mengomentari blog kami, yang pertama dengan mengomentari langsung blognya atau pada tiap-tiap postingan kami (agak serius sih kalo disitu), cara yang kedua adalah dengan berkomentar (agak seperti chating biar ga serius amat hehe)pada buku tamu dibagian kanan atas blog (dibagian bawah CCTV blog hehe).

Saya sebagai penulis (dibagian ini hehe) Ingin mengucapkan banyak Terima kasih kepada teman-teman kelompok dan semua pihak yang terkait dalam pembuatan Blog ini, jika ada sumur diladang bolekah kita menumpang mandi, jika ada kesempatan lagi bolekah kita membuat blog lagi hehehe
Terimah Kasih Wassallam

Ini adalah kelompok kami (pembuat blog ini) jika anda tidak atau belum mengenal kami, dengan senang hati kami ingin berkenalan J

Nama Kelompok :
Endra Suci Nurcahya (11120060)
Igna Ighsandra (11120031)
Mahadhir S Ismail (11120080)
Mohammad Isnanda Hayat (11120068)
Osmond (10110023)

Wegas wanaputra sulistama (10110054) 

contoh soal intensitas listrik

Contoh soal 1 :

Dua buah partikel bermuatan berjarak R satu sama lain dan terjadi gaya tarik-menarik sebesar F.
Jika jarak antara kedua muatan dijadikan 4 R, tentukan nilai perbandingan besar gaya tarik-menarik yang terjadi antara kedua partikel terhadap kondisi awalnya!

Jawaban :
persamaan awal 

sehingga

   

contoh soal 2 :


Tiga buah muatan A, B dan C tersusun seperti gambar berikut :

Jika QA = + 1 μC, QB = − 2 μC ,QC = + 4 μC dan k = 9 x 109 N m2 C− 2  tentukan besar dan arah gaya Coulomb pada muatan B !

jawaban : 

Pada muatan B bekerja 2 buah gaya, yaitu hasil interaksi antara muatan A dan B sebut saja FBA
 yang berarah ke kiri dan hasil interaksi antara muatan B dan C sebut saja FBCyang berarah ke kanan. Ilustrasi seperti gambar berikut:






Karena kedua gaya segaris namun berlawanan arah maka untuk mencari resultan gaya cukup dengan mengurangkan kedua gaya, misalkan resultannya kasih nama 
 Ftotal :
total = FBC - FBA 
F total =  72 X 10 - 3 - 18 x 10 -3 = 54 x 10 -3 N 
Arah sesuai dengan FBC yaitu ke kanan.

Senin, 30 Desember 2013

Intensitas Listrik

Pengertian Listrik


Kelistrikan adalah sifat benda yang muncul dari adanya muatan listrik. Listrik, dapat juga diartikan sebagai berikut:
Listrik adalah kondisi dari partikel sub atomik tertentu, seperti elektron dan proton, yang menyebabkan penarikan dan penolakan gaya di antaranya.
Listrik adalah sumber energi yang disalurkan melalui kabel. Arus listrik timbul karenamuatan listrik mengalir dari saluran positif ke saluran negatif.
Bersama dengan magnetisme, listrik membentuk interaksi fundamental yang dikenal sebagai elektromagnetisme. Listrik memungkinkan terjadinya banyak fenomena fisika yang dikenal luas, seperti petir, medan listrik, dan arus listrik. Listrik digunakan dengan luas di dalam aplikasi- aplikasi industri seperti elektronik dan tenaga listrik.
Sifat-sifat Listrik 

Listrik memberi kenaikan terhadap 4 gaya dasar alami, dan sifatnya yang tetap dalam benda yang dapat diukur. Dalam kasus ini, frase "jumlah listrik" digunakan juga dengan frase "muatan listrik" dan juga "jumlah muatan". Ada 2 jenis muatan listrik: positif dan negatif. Melalui eksperimen, muatan-sejenis saling menolak dan muatan-lawan jenis saling menarik satu sama lain. Besarnya gaya menarik dan menolak ini ditetapkan oleh hukum Coulomb. Beberapa efek dari listrik didiskusikan dalam fenomena listrik dan elektromagnetik
Satuan unit SI dari muatan listrik adalah coulomb, yang memiliki singkatan "C". Simbol Q digunakan dalam persamaan untuk mewakili kuantitas listrik atau muatan. Contohnya, "Q=0,5 C" berarti "kuantitas muatan listrik adalah 0,5 coulomb".

Jika listrik mengalir melalui bahan khusus, misalnya dari wolfram dan tungsten, cahaya pijar akan dipancarkan oleh logam itu. Bahan-bahan seperti itu dipakai dalam bola lampu (bulblamp atau bohlam).

Setiap kali listrik mengalir melalui bahan yang mempunyai hambatan, maka akan dilepaskan panas. Semakin besar arus listrik, maka panas yang timbul akan berlipat. Sifat ini dipakai pada elemen setrika dan kompor listrik.

Teori Dasar Medan Gaya Listrik 

 







Intensitas medan listrik

            Medan listrik didefinisikan sebagai ruang disekitar muatan listrik sumber dimana muatan listrik lainnya dalam ruang ini akan mengalami gaya Coulomb atau gaya listrik. (tarik atau btolak). Benda bermuatan yang menghasilkan medan listrik kita namakan muatan sumber. Muatan lain yang diletakkan dalam pengaruh medan listrik muatan sumber kita namakan muatan uji. Kuat medan listrik pada lokasi dimana muatan uji berada kita definisikan sebagai besar gaya coulomb (gaya listrik) yang bekerja pada muatan itu dibagi dengan
E =
Keterangan  :
E = kuat medan listrik (N/C)
F = Gaya Coulomb (N)
q0 = besar muatan uji (C)
              Kuat medan listrik termasuk besaran vector. Oleh karena itu, seperti gaya Coulomb, prinsip superposisi juga berlaku untuk kuat medan listrik. Misalkan sebuah titik P dipengaruhi oleh dua buah muatan sumber q1 dan q2. Menurut prinsip superposisi, kita hitung terlebih dahulu tiap kuat medan listrik oleh q1 dan q2 secara terpisah, misalkan E1 dan E2. Kemudian kita hitung kuat medan listrik di P yang merupakan resultan dari E1 dan E2. Ep = E1 + E2

Persamaan garis medan

              Mengenai garis-garis dari medan listrik ada tiga hal yang harus diperhatikan yaitu :
tidak ada perpotongan pada garis-garis medan listrik.
bersifat radial keluar menjauhi keluar menjauhi muatan positif  dan radial kedalam   mendekati muatan negativ.
daerah dimana garis-garis medan listrik rapat menyatakan tempat yang medan listriknya kuat. Sedangkan tempat dimana garis-garis medan listrik renggang menyatakan tempat yang medan listriknya lemah.